Solidaritas untuk Affan: Driver Ojol Solo Raya Gelar Aksi di Markas Brimob Manahan
News Lolak– Suara mesin kendaraan online (ojol) di Solo Raya hari ini, Jumat, tidak hanya mengantar penumpang atau pesanan makanan. Mereka menyuarakan solidaritas dan menuntut keadilan. Ratusan driver ojol dari berbagai platform berkumpul di Plaza Manahan usai Salat Jumat, bersiap untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Brimob Batalyon C Pelopor Solo, Manahan.
Aksi ini merupakan bentuk duka dan protes atas tewasnya rekan sesama driver, Affan Kurniawan, yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan rantai (rantis) Brimob dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis malam.
Djoko Saryanto, Humas Aksi Gabungan Driver Ojol Solo Raya, menegaskan bahwa aksi ini murni didorong oleh solidaritas dan rasa kehilangan yang mendalam.
“Kita berangkat dari solidaritas kawan-kawan karena terbunuhnya kawan kami yang ada di Jakarta. Ini nyambung dengan demo yang ada di Jakarta dan kawan kami menjadi korban,” ujar Djoko saat diwawancarai sebelum aksi dimulai.
Djoko menekankan bahwa Affan tidak sedang berdemo ketika kejadian. “Kami anggap itu pembunuhan. Kawan kami ini ternyata tidak dalam aksi demo, dia sedang menjalankan order. Itu yang membuat kami sangat kehilangan dan marah,” tegasnya dengan suara bergetar.
Kronologi Rencana Aksi
Aksi solidaritas ini direncanakan berlangsung dengan tertib. Para peserta direncanakan mulai berkumpul di pintu utama Stadion Manahan, Plaza Manahan, sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah berkumpul, massa kemudian akan melakukan long march menuju gerbang Markas Brimob yang letaknya tidak jauh dari lokasi.
Selain menggelar doa bersama untuk mengenang mendiang Affan Kurniawan, aksi ini juga bertujuan untuk menanyakan sikap dan tanggung jawab institusi kepolisian secara keseluruhan atas insiden yang menewaskan rekan mereka.

Baca Juga: PT Daya Nan Indah Hibahkan 10 Hektare Lahan untuk Proyek Strategis Pemkab Bolmong
“Kita akan menanyakan sikap dari demo sendiri yang ada di seluruh (Indonesia) atas kejadian pembunuhan ini. Kami meminta pertanggungjawaban,” jelas Djoko.
Duka yang Menyebar, Solidaritas yang Menguat
Kabar meninggalnya Affan Kurniawan menyebar cepat di berbagai grup komunitas ojol di seluruh Indonesia, membawa duka dan kemarahan yang sama. Solo, sebagai kota dengan basis driver ojol yang sangat besar dan solid, memilih untuk menyuarakan hal tersebut langsung ke institusi terkait.
Banyak driver yang mengungkapkan rasa tidak nyamannya. “Ini bukan soal Jakarta atau Solo. Ini soal kami, driver ojol, yang selalu dianggap ringan nyawanya. Kami sedang kerja, cari makan, tapi malah jadi korban. Hari ini kami mogek, tidak menerima order, untuk menghormati Affan dan memperjuangkan keadilan,” kata Budi, salah satu driver yang hadir, dengan mata berkaca-kaca.








