, ,

Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Melonguane Sulawesi Utara

by -357 Views

News Lolak– Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Minggu (19/10/2025) dini hari pukul 01.35 WIB. Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui rilis resminya di akun X (Twitter) @infoBMKG.

Berdasarkan data awal BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7,51 Lintang Utara dan 126,86 Bujur Timur, atau tepatnya sekitar 390 kilometer di timur laut Melonguane, pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Meski memiliki magnitudo menengah, gempa ini dikategorikan dangkal karena pusatnya berada di lapisan kerak bumi yang relatif dekat dengan permukaan.

Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Berdasarkan hasil pemodelan dan peta seismisitas, gempa dirasakan lemah hingga sedang di wilayah pesisir Kepulauan Talaud, namun tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa hingga saat ini.

“Gempa dengan magnitudo 4,4 yang terjadi di timur laut Melonguane tidak menimbulkan potensi tsunami. Namun kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan,” demikian pernyataan BMKG dalam keterangan tertulisnya.

Penyebab Gempa: Aktivitas Lempeng Laut Filipina

Wilayah Sulawesi Utara dan Kepulauan Talaud dikenal sebagai kawasan yang cukup aktif secara tektonik. Letaknya berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia, yakni Lempeng Pasifik, Lempeng Filipina, dan Lempeng Eurasia.
Aktivitas pergerakan lempeng-lempeng ini sering memicu gempa bumi di sekitar perairan Talaud hingga Mindanao, Filipina Selatan.

Gempa Bumi Bermagnitudo 4.4 Guncang Wilayah Melonguane, Sula

Baca Juga: BNN Bongkar Laboratorium Sabu di Apartemen Mewah Cisauk Dua Pelaku Ditangkap

Menurut analisis awal, gempa di Melonguane kali ini diduga dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina yang menekan ke arah barat daya di bawah Lempeng Eurasia. Jenis gempa seperti ini biasanya menghasilkan getaran dengan pola radial dan dapat dirasakan di wilayah kepulauan yang berdekatan.

Respons Warga dan Kondisi Terkini

Beberapa warga di Melonguane dan sekitarnya mengaku sempat terbangun akibat getaran ringan pada dini hari. “Getarannya tidak lama, seperti ada suara gemuruh sebentar. Kami sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi aman,” ungkap Jefri (38), warga Desa Melonguane Timur, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Sementara itu, pihak BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud menyatakan masih melakukan pemantauan di lapangan. Hingga berita ini ditulis, belum ditemukan adanya laporan kerusakan bangunan maupun gangguan jaringan komunikasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan aparat desa dan relawan tanggap bencana. Semua masih aman terkendali, dan warga diimbau tidak panik,” kata Kepala BPBD Talaud, Hendrik Panelewen, Minggu pagi.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.