, ,

Pemprov DKI Evaluasi Enam Rute Transjabodetabek Gubernur Pramono

by -379 Views

News Lolak– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar rapat koordinasi penting bersama para kepala daerah penyangga untuk membahas masa depan sistem transportasi lintas wilayah, khususnya layanan Transjabodetabek. Pertemuan yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/10/2025) siang, dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menegaskan bahwa penyelesaian persoalan transportasi di kawasan metropolitan Jabodetabek tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh DKI Jakarta. Kolaborasi dengan daerah sekitar seperti Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Tangerang Selatan menjadi kunci utama untuk mewujudkan sistem transportasi publik yang efisien dan berkelanjutan.

“Untuk mengatasi persoalan transportasi di Jakarta tidak bisa sendirian. Harus bersama-sama dengan daerah-daerah penyangga, karena mobilitas masyarakat tidak mengenal batas administratif,” ujar Pramono.

Evaluasi Enam Rute Transjabodetabek

Salah satu fokus utama rapat adalah evaluasi terhadap enam rute Transjabodetabek yang telah beroperasi sejak awal tahun. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Perhubungan dalam rangka menyediakan moda transportasi massal terintegrasi yang menjangkau wilayah aglomerasi.

Rute-rute tersebut diketahui menghubungkan berbagai titik strategis seperti Bekasi–Jakarta, Depok–Jakarta, Bogor–Jakarta, Tangerang–Jakarta, Tangerang Selatan–Jakarta, dan satu rute penghubung lintas daerah.

Pemprov DKI Surati PT Adhi Karya terkait Pembongkaran Tiang Monorel

Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Pers Adalah Mitra Strategis Polri Sinergi Harus Terus Diperkuat

Menurut Pramono, evaluasi ini penting untuk menilai efektivitas rute-rute yang telah berjalan, termasuk tingkat keterisian penumpang, efisiensi waktu tempuh, dan integrasinya dengan moda transportasi lain seperti MRT, LRT, KRL, dan Transjakarta.

“Kita akan menilai apakah enam rute yang sudah dibuka itu perlu dikembangkan, ditambah jumlah armadanya, atau justru disesuaikan kembali dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta juga mendorong daerah penyangga untuk menyiapkan fasilitas park and ride atau tempat parkir terpadu di titik-titik strategis.

Konsep ini memungkinkan warga dari luar Jakarta memarkir kendaraan pribadi di lokasi tertentu untuk kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum seperti bus Transjabodetabek atau KRL.

“Park and ride itu konsepnya sederhana. Orang bisa berangkat dari rumah naik kendaraan pribadi, lalu berhenti di titik yang terhubung dengan transportasi umum. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta tanpa perlu membawa kendaraan ke dalam kota,” jelas Pramono.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta setiap hari, sekaligus mendorong pergeseran perilaku masyarakat menuju penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi.

Jakarta setiap hari menerima lebih dari 1,2 juta komuter dari kota-kota sekitar. Tanpa sinergi dalam perencanaan tata ruang, penyediaan fasilitas, dan pengaturan lalu lintas, kemacetan akan tetap menjadi momok.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.