News Lolak– Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah. Salah satu langkah strategis yang tengah dikebut adalah transformasi RSUD Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dari rumah sakit kelas D menjadi kelas C, agar segera bisa beroperasi dengan layanan yang lebih lengkap dan modern.
Peningkatan ini bukanlah langkah biasa. RSUD Bolsel masuk dalam program Quick Wins pembangunan rumah sakit berkualitas yang dilaksanakan serentak di 66 RSUD pada 24 provinsi. Program ini bertujuan menghadirkan layanan kesehatan bermutu secara merata, terutama di kawasan timur Indonesia serta wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Pemerataan Layanan Kesehatan di Daerah
Asisten Deputi Peningkatan Sumber Daya Kesehatan Kemenko PMK, R. Alfredo Sani Fenat, menegaskan bahwa peningkatan status RSUD di daerah bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagian penting dari misi besar pemerintah dalam pemerataan layanan kesehatan.
“Langkah ini akan mempercepat pemerataan layanan kesehatan, khususnya program pengampuan layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU), serta memperkuat sistem layanan kesehatan di daerah,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pemantauan Pelaksanaan Quick Win/Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.
Sinergi Pusat dan Daerah
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Bupati Bolaang Mongondow Selatan, perwakilan Kementerian Kesehatan, jajaran Sekretariat Daerah, Inspektorat, DPRD, serta para Kepala Dinas dan Puskesmas. Kehadiran banyak pihak menunjukkan bahwa pembangunan RSUD bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan juga memerlukan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Ditjen Keuda Dorong Sulut Perkuat Perencanaan dan Penganggaran APBD 2025
Dalam pemaparan, sejumlah tantangan di lapangan turut disoroti, mulai dari ketersediaan SDM kesehatan, penyediaan farmasi dan alat kesehatan, penguatan sistem informasi rumah sakit, hingga persoalan pendanaan dan regulasi.
Pemerintah daerah juga diminta untuk memastikan aspek-aspek dasar seperti lahan bersertifikat, dokumen perizinan, akses jalan, air bersih, listrik, dan jaringan komunikasi agar rumah sakit dapat berfungsi optimal begitu selesai dibangun.
Progres dan Tantangan Teknis
Sejauh ini, pembangunan RSUD Bolsel menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. Asdep Alfredo meninjau langsung lokasi dan memastikan bahwa pekerjaan fisik sudah mencapai 43 persen sesuai linimasa yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Tidak ditemukan hambatan besar dalam pembangunan. Namun, kendala teknis tetap ada, terutama terkait akses jalan dan mobilisasi alat berat, yang memerlukan dukungan pemerintah provinsi maupun pusat. Selain itu, faktor keselamatan konstruksi mendapat perhatian khusus, terlebih saat ini memasuki musim hujan yang berisiko menghambat pekerjaan.








